BAB I
1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi saat ini perusahaan sangat bergantung pada sistem informasi agar dapat beroperasi secara efektif, efisien dan terkendali sehingga dapat bersaing baik ditingkat lokal maupun ditingkat internasional. Sistem akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, mengolah data menjadi laporan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan (Haryono Jusup, 2014:3). Di dalam perusahaan merupakan suatu kumpulan orang yang saling bekerja untuk mencapai suatu tujuan. Orang atau manusia merupakan titik pusat permasalahan pada sebuah perusahaan. Perusahaan ini dituntut untuk lebih efektivitas, efisien serta pengendalian dapat terwujud melalui penggunaan informasi yang berkualitas yang dihasilkan dari sistem informasi karena faktor ini adalah salah satu terpenting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan lain.
Pada dasarnya kesuksesan suatu usaha sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengelolah sumber daya yang dimiliki terutama terhadap sumber daya manusia. Dengan tingkat keahlian yang tinggi dengan bidang yang dibutuhkan, seseorang akan mampu menjalankan operasional perusahaan secara baik dan sesuai dengan rencana yang semakin pesat. Saat ini mendorong perusahaan tersebut untuk bersaing dan mempertahankan usahanya secara baik, semakin suatu perusahaan meningkat dan berkembang maka akan semakin banyak membutuhkan karyawan, baik karyawan tetap maupun harian. Menjaga kinerja karyawan dalam perusahaan merupakan aset penting untuk mempertahankan dan menjaga tujuan perusahaan agar mudah tercapai. Salah satu cara menjaga kinerja karyawan dengan pemberian kompensasi. Pemberian kompensansi yang makin baik akan mendorong karyawan bekerja dengan makin produktif. Tujuan diadakannya pemberian kompensasi salah satu motivasi karyawan dalam berkerja (Sofiyandi, 2013). Artinya agar karyawan bersemangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas tanda jasa atas kontribusinya kepada perusahaan atau organisasi dapat dikatakan sebagai kompensasi (Ardana, Mujiati dan Utama, 2012).
Gaji dan upah merupakan biaya yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan demi kelancaran aktivitas perusahaan. Banyak masalah yang muncul terkait dengan kegiatan pembayaran gaji sehingga sering sekali terjadi penyalagunaan oleh pihak tertentu sehingga muncul kecurangan dan penyelewangan yang menimbulkan kerugian perusahaan. Oleh karena itu suatu perusahaan membutuhkan sistem pengendalian internal dengan baik. Mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuatan daftar gaji dan upah (Mulyadi,2016). Penyalagunaan dan penyelewangan penggajian dan pengupahan adalah hal yang sensitif bagi perusahaan dikarenakan dapat menggangu aktivitas perusahaan sehingga menimbukan kerugian pada perusahaan. Maka dari itu perlu diadakannya sistem akuntansi sistem akuntansi penggajian dan pegupahan untuk dapat melakukan pengolahan gaji dan upah secara efektif dan efisien. Sehingga diperlukan adanya pemantauan dengan pengendalian terhadap aktifitas pengendalian internal agar dapat memaksimalkan potensi manajemen perusahaan.
Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan mencakup berbagai hal terkait dengan masalah gaji dan upah, tidak mencakup mengenai besar gaji dan upah yang harus dibayarkan oleh perusahaan tetapi juga mencakup mulai dari proses dasar perhitungan gaji secara pencatatan waktu hingga gaji tersebut sampai kepada orang yang berhak. Perusahaan dengan sistem akuntansi penggajian yang rapi danteratur mempermudah pemimpin perusahaan untuk menetapkan besaran gaji karyawan. Sistem akuntansi yang baik mempermudah perusahaan untuk melakukan pengawasan sehingga informasi data yang diperoleh akurat untuk pengambilan keputusan.
Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambilan keputusan. Sistem ini meliputi orang, prosedur dan intruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan ukuran keamanan (Rommey & Steinbart, 2018). Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah peralatan yang diatur untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi (Hopwood & Bodhar,2017).
Sistem akuntansi penggajian adalah fungsi, dokumen, catatan dan sistem pengendalian internal juga digunakan untuk kepentingan harga pokok produk dan penyediaan informasi guna pengawasan baiaya tenaga kerja (Mulyadi, Sistem Akuntansi Penggajian, 2013). Pembayaran gaji dan upah harus mendapatkan perhatian pimpinan perusahaan karena karyawan sangat sensitive terhadap kesalahan-kesalahan dlam penggajian, oleh karena itu di dalam perusahaan dibutuhkan pengendalian intern untuk menghindari kesalahan dan kecurangan, mengecek kekeyaan perusahaan, mengecek ketelitian dan kendala akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen terhadap penggajian (Mulyadi, Sistem Akuntansi Penggajian, 2017).
Seperti yang diketahui bahwa setiap daerah kota atau kabupaten selalu memiliki ciri khas masing-masing terutama dibidang makanan sebagai buah tangan atau oleh-oleh yang dibawah ketika pulang berpergian. Pada dasarnya seperti yang diketahui kabupaten Kediri memiliki ciri khas oleh-oleh yaitu tahu takwa. Pusat oleh-oleh tahu takwa di kediri ini salah satunya yaitu GTT Pusat Oleh-Oleh Kediri (Gudang Tahu Takwa) yang semakin berkembang dan produk yang dihasilan juga semakin beragam. Usaha milik Gatot Siswanto ini berdiri sejak tahun 1993 yang terus berkembang hingga sekarang.Dari pendapat diatas sistem akuntansi menjadikan hal penting dalam suatu perusahaan. Sistem akuntansi membuat setiap proses-proses yang ada di dalam perusahaan menjadi lebih efektif, efisien dan terstruktur.
Peneliti menyimpulkan dari pendapat diatas bahwa Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan adalah salah satu sistem yang dirancang untuk membuat informasi-informasi tentang penggajian dan pengupahan dimanapun disusun dan dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan sistem akuntansi yang baik dan benar. Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, peneliti tertarik dengan bagaimana sistem akuntansi yang dijalankan sehingga GTT bisa bersaing dengan perusahaan yang lain dengan waktu yang cukup lama. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan dalam Mendukung Pengendalian Internal pada GTT Pusat Oleh-Oleh Kediri”. Sehinggga peneliti bisa mengetahui apakah GTT sudah menjalankan sistem akuntansi penggajian dan penggupahan dengan baik dan efisien.
1. Apakah sistem akuntansi penggajian dan penggajian pada GTT sudah berjalan sesuai dengan fungsinya?
2. Bagaimana sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dalam mendukung pengendalian internal ?
3. Apakah dokumen dan catatan akuntasi yang digunakan sudah sesuai dengan sistem penggajian dan penggupahan?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada GTT pusat oleh-oleh kediri sudah berjalan sesuai fungsi masing-masing.
2. Untuk mengetahui sistem akuntansi penggajian dan pengupahan bisa mendukung sistem pengendalian internal.
3. Untuk mengetahui dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan sudah sesuai dengan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan.
1.4. Manfaat penelitian
1. Bagi Perusahaan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi-informasi sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam melaksanakan pengembangan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan.
2. Bagi Universitas Kahuripan Kediri
Hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman wawasan terhadap perkembangan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dan juga bisa menjadi tambahan daftar pusaka diperpustakaan khususnya mengenai sistem akuntansi penggajian dan penggupahan.
3. Bagi Penulis
Hasil penelitian ini dapat menambahkan pengetahuan materi yang diperoleh dari universitas dengan membandingkan teori yang diberikan dan kejadian sesungguhnya di perusahaan.
BAB II
METODE PENELITIAN
2.1. Rancangan Penelitian
Menurut Sugiyono (2017:3), metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut, terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Oleh karena itu, peneliti memilih menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (Sugiyono, 2017).
2.2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif yaitu dengan metode analisis studi kasus pada GGT Pusat Oleh- Oleh Tahu Takwa Kediri. Penelitian ini akan membahas mengenai sistem prosedur penggajian dan pengupahan dalam mendukung pengendalian internal pembayaran. Penelitian akan diawali dengan melakukan identifikasi pada masalah-masalah yang saat ini terjadi dan melakukan analisis terkait fenomena yang tengah terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan sistem prosedur penggajian terhadap pengendalian internal pembayaran.Hasil penelitian akan dievaluasi terhadap penerapan yang sedang dilakukan saat ini pada penelitian akan memberikan saran terkait fenomena yang terjadi.Penelitian akan dimulai dengan melakukan observasi ke lokasi penelitian yaitu GTT Pusat oleh-oleh Tahu Takwa Kediri yang selanjutnya dilakukan wawancara dan dokumentasi pada objek penelitian. Peneliti mengajukan permohonan untuk melakukan penelitian pada GTT Pusat Oleh-Oleh Tahu Takwa Kediri melalui surat izin yang diberikan oleh kampus. Peneliti kemudian akan melakukan wawancara pada pihak yang terlibat dalam penerapan sistem penggajian sehingga informasi yang didapatkan menjadi lebih akurat.
2.3. Sumber Data
Menurut Sugiyono (2017), pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara dan sumber. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, dan gabungan ketiganya.Data yang diapakai penelitian ini adala primer dan sekunder . data primer dalam penelitian ini menggunakan data yang diambil melalui wawancara dengan pihak Pusat GTT Oleh-Oleh GTT. Data wawancara ini bersifat opini, karena melihat sejauh mana perkembangan penerapan sitem prodesur penggajian di Pusat Oleh-Oleh GTT. Data sekunder diperoleh dari data Jurnal umum dari berbagai arah, Kartu kos produk, Buku pembantu biaya, Kartu penghasilan karyawan dalam waktu satu bulan.
2.4. Pengumpulan Data
Menurut Esterberg dalam buku Sugiyono (2017), wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur Wawancara semi terstruktur sudah termasuk dalam kategori in-depth interview yang pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur Esenberg dalam buku Sugiyono (2017). Tujuan wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti menggunakan alat bantu rekam untuk memudahkan dalam proses pengolahan data.
1. Wawancara
Metode wawancara yang dilakukan adalah metode wawancara terstruktur yang dilakukan dengan pihak gtt pusat oleh-oleh kediri terkait dengan penerapan sistem prosedur penggajian.
2. Dokumentasi
Penelitian ini mengumpulkan hasil dokumentasi untuk menunjang hasil pelinitian melalui pencatatan tertulis dari hasil wawancara yang akan dilakukan langsung dengan pihak gtt pusat oleh-oleh kediri.
2.5. Analisis Data
Penelitian ini melakukan analisis data yang sudah dikumpulkan dari narasumber yang bersangkutan yaitu pihak yang berkeja di gtt pusat oleh-oleh kediri yang secara khusus menangani masalah prosedur penggajian. Dari semua data yang didapat kemudian dianalisis sehingga dapat diambil kesimpulan untuk menjadi hasil dari penelitian pengaruh prosedur penggajian dalam mendukung pengendalian internal pembayaran. Langkah – langkah dalam melakukan analisi data yaitu:
1. Mengumpulkan data secara terperinci mengenai fenomena penerapan prosedur penggajian atas transksi pengendalian internal pembayaran yang terjadi saat ini di gtt pusat oleh-oleh kediri.
a. Untuk menjawab perumusan masalah pertama tentang apakah sistem akuntansi penggajian dalam gtt pusat oleh-oleh kediri sudah sesuai berjalan sesuai fungsinya maka mebandingkan teori-teori yang ada untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan pelaksanaan sistem akuntansi.
b. Untuk menjawab perumusan masalah kedua tentang bagaimana sistem akuntansi penggajian dalam mendukung pengendalian internal.
c. Untuk menjawab perumusan masalah ketiga tentang dokumen dan catatan akuntansi yang sudah digunakan apakah sesuai dengan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang digunakan.
2. Menyusun daftar pernyataan yang ditayakan kepada pihak yang bersangkutan dari pusat oleh-oleh gtt kediri, topic wawancara bisa berkembang sesuai dengan kondisi saat wawancara berlangsung.
3. Mencatat hasil wawacara dengan narasumber. Pertanyaan akan dikumpulkan dan dikembangkan untuk menemukan inti dari topik dibahas dalam penelitian.
4. Membuat opini dan penjelasan terkait dari inti keadaan yang sedang diteliti.
5. Membuat refleksi atas inti permasalahan dari keadaan yang terjadi dengan pengetahuan dan pengalaman penelitian.
6. Membuat laporan dan kesimpulan berdasarkan tujuan dilakukannya peneilitian dengan hasil-hasil yang ditemukan serta juga berdasarkan setiap keadaan yang terjadi di lapangan.
Tabel 2.1 Tabel sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada fungsi yang terkait dengan praktik pada GTT Pusat Oleh-Oleh Kediri.
No. Pertanyaan
1. Fungsi kepegawaian sudah terpisah dari fungsi operasi yang lain
2. Fungsi pencatatan waktu yang sudah terpisah dari fungsi operasi atau fungsi pembuatan daftar gaji
3. Fungsi pembuatan daftar gaji yang sudah mebuat daftar gaji dan upah sesuai dengan fungsinya
4. Fungsi akuntasi sudah menjalankan fungsinya dengan mencatat kewajiban yang timbul dengan pembayaran gaji dan upah
5. Fungsi keuangan sudah menjalan fungsinya dengan mengisi cek pembayaran gaji dan upahdan menguangkan uang tersebut ke bank
Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan dalam Mendukung Pengendalian Internal Pada GTT Pusat Oleh-Oleh Tahu Takwa Kediri.
No Pertanyaan
1. Apakah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada GGT pusat oleh-oleh Kediri sudah dijalankan secara efektif?
2. Bagaimana proses pemberian gaji dan upah pada GGT pusat oleh-oleh Kediri??
3. Berapakah jumlah karyawan pada GGT pusat oleh-oleh Kediri ?
4. Apakah karyawan sudah menerima gaji sesuai UMR (Upah Minimum Regional) kabupaten Kediri?
5. Bagaimana pendidkan karyawan di GGT pusat oleh-oleh Kediri ?
6. Apakah pendapatan di GGT pusat oleh-oleh Kediri mengalami peningkatan setiap tahunnya ?
7. Apakah karyawan akan mendapatkan bonus jika pendapatan di GGT pusat oleh-oleh Kediri meningkat ?
8. Apakah fungsi kepegawaian sudah sesuai dengan fungsi masing-masing ?
9. Bagaimana pencatatan waktu hadir karyawan GGT pusat oleh-oleh Kediri?
10. Bagaimana prosedur pencatatan gaji dan upah di GGT pusat oleh-oleh Kediri?
11. Bagaiamana pembayaran gaji dan upah di GGT pusat oleh-oleh Kediri ?
12. Bagaimana daftar rekapan gaji dan upah di GGT pusat oleh-oleh Kediri ?
13. Apakah dokumen yang digunakan untuk pencatatan gaji dan upah sudah sesuai dengan dokumen akuntansi yang digunakan?
14. Bagaimana pencatatan bukti kas keluar? 15. Bagaimana cara menerapkan pengendalian internal agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penggajian dan pengupahan di di GGT pusat oleh-oleh Kediri?
Dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi dalam mendukung pengendalian internal pada GTT Pusat Oleh-Oleh Kediri.
No Dokumen dan catatan akuntansi Ada
1. Dokumen pendukung perubahan gaji
2. Kartu jam hadir
3. Daftar gaji
4. Rekapan daftar gaji
5. Surat peryataan gaji dan upah
6. Amplop gaji dan upah
7. Bukti kas keluar
8. Jurnal umum berbagai arah
9. Kartu harga pokok produk
10. Kartu biaya
11. Kartu penghasilan karyawan
BAB III
HASIL dan KESIMPULAN
3.1. Hasil
3.1.1. Berdirinya Perusahaan
Sejarah berdiri perusahaan GTT (Gudange Tahu Takwa) pusat oleh- oleh tahu Takwa KEDIRI. Pusat Oleh-Oleh khas Kabupaten Kediri ini berlokasi di jalan Pemenang No. 1, Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Berada tidak jauh hanya berjarak 2,5 km dari Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri, GTT menjadi destinasi utama para wisatawan untuk memborong oleh-oleh.Usaha milik Gatot Siswanto ini berdiri sejak 1993. Pada awalnya GTT merupakan wadah menampung dan memasarkan hasil-hasil UKM yang ada yang hanya memiliki satu orang karyawan saja. GTT memiliki produk unggulan yang juga jajanan khas dari Kabupaten Kediri, yakni Tahu Takwa, Getuk Pisang dan Stik Tahu. GTT telah semakin berkembang dan produk yang dihasilkanpun juga semakin beragam. Salah satu produk unggulan baru GTT adalah Tahu Bulat. Mengetahui bahwa GTT kini sudah menjadi destinasi pusat oleh-oleh, Gatot melengkapi GTT dengan fasilitas Musholla, Rest Area dan juga Toilet yang memadahi. Meningkatnya jumlah konsumen, berbanding lurus dengan besarnya omzet yang diperoleh GTT. “Jika di hari biasa saya bisa memperoleh omzet 5-7 juta per hari. Namun jika hari weekend pembeli akan meningkat, omzet saya bisa mencapai 25 juta per hari.” Tambahnya.Nanik, salah seorang karyawati GTT mengaku dirinya sudah lama bekerja di GTT. “Alhamdulillah saya sudah bekerja selama 7 tahun di GTT. Banyak suka dan duka ketika saya bekerja disini. Karyawati yang lain sudah seperti saudara saya sendiri.” Terang wanita asal Toyoresmi.Jika anda ingin membelikan oleh-oleh untuk saudara anda, atau ingin membeli jajanan khas Kabupaten Kediri, bisa datang langsung di GTT yang buka setiap hari mulai pukul 6 pagi hingga pukul 9 malam.
Ada beberapa Visi dan Misi dari GGT Kediri ini adalah sebagai berikut:
Visi
a. Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing tinggi menghadapi pasar bebas.
b. Saran untuk memebantu pelaku usaha kecil menengah yang memiliki daya saing sebagai modal pegembangan usaha.
c. Saran pengembangan, penyaluran, pemasaran, pendistribusi dan promosi bagi produk UKM Kabupaten Kediri khususnya sekitar Kediri pada umumnya.
d. Motivator dan penggerak yang aktif, sehat, berkualitas dalam meningkatkan produk UKM yang berbasis potensi lokal.
e. Pusat Oleh-Oleh Kabupaten Kediri yang murah, lengkap, berkualitas yang berbasis potensi lokal daerah Kabupaten Kediri dan sekitarnya
f. Sarana promosi ekonomi daerah Kabupaten Kediri yang berbasis potensi lokal.
1. Misi
a. Memberdayakan produk-produk UKM Kabupaten Kediri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.
b. Memperluas kesempatan kerja dan menurunkan kemiskian melalui pemberdayaan dan pengembangan produk-produk UKM Kabupaten Kediri.
c. Mengembangkan kesempatan kerja dan menurunkan kemiskinan melalui pemeberdayaan dan pengembangan produk-produk UKM Kabupaten Kediri.
d. Menampung dan memasarkan produk UKM Kabupaten Kediri yang berbasis lokal kepada masyarakat.
e. Mendorong terwujudnya iklim usaha yang kondusif bagi UKM Kabupaten Kediri.
f. Membantu UKM Kabupaten Kediri memperoleh akses pemasaran, peguatan SDM dan teknologi.
g. Mendorong tumbuhnya wirausahawan baru yang kondusif bagi UMKM Kabupaten Kediri.
3.1.2. Struktur Organisasi
Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun suatu kerangka yang menjadi wada bagi segenap kegiatan dari suatu usaha kerja sama dengan jalan membagi dan mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan, dan menetapkan serta menyusun jalinan hubungan kerja diantara para karyawan.
Organisasi bertujuan untuk mendapatkan suatu bentuk kerja sama yang berguna untuk manajemen supaya dapat berhasil secara efektif dan efisien. Penerbit-Percetakan Kanisius menggunakan struktur organisasi berbentuk garis, dengan pembagian fungsi dasar: produksi, redaksi, administrasi, dan pemasaran. Fungsi- fungsi tersebut dipimpin oleh seorang direktur yang masing- masing mempunyai sejumlah bawahan yang melakukan kegiatan sesuai dengan tugas yang diberikan oleh seorang direktur dan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada direktur. Rantai perintah yang jelas dari seorang atasan kepada bawahannya ini, dibuat dengan tujuan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam memberi perintah dan dalam pembuatan laporan.
Pada GGT Pusat oleh-oleh Kediri ini teridri dari direktur, wakil direktur dan managemen yang membawahi beberapa administrasi. Sususan managemen adalah sebagia berikut ini:
Direktur : Gatot Siswanto
Wakil Direktur : Dewi Purwanti
Managemen : Drs. Heru Indra
Adminitrasi Keuangan : Nanik W
Adminitrasi Pembelian : Mialika
Adminitrasi Stock : Dewi N.
Adminitrasi Gudang : Suryani
Adminitrasi Retur : Fara
Adminitrasi Promarket : Qori
Kasir 1 : Ika
Kasir 2 : Defi
Kasir 3 : Elys
Kasir 4 : Ismi
Kasir 5 : Leni
Kasir 6 : Dewi
Pramuniga 1 : Tyas
Pramuniga 2 : Ayu
Pramuniga 3 : Suyani
Pramuniga 4 : Triani
Gambar 3.1 Struktur Organisasi.
Sumber: Observasi lapangan (Sari, 2020)
Dengan stuktur organisasi pada GGT Pusat oleh-oleh Kediri tersebut berusaha dapat mengelola perusahan dengan baik dalam kerja sama dengan para karyawan yang memberikan kontribusi karya mereka sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas masing- masing. Oleh karena itu ada berbagai peran dan fungsi yang berbeda-beda antar karyawan. Perusahaan tetap hidup karena ditopang oleh kerja sama dan loyalitas yang diberikan karyawan. Semangat persaudaraan yang kuat dan komunikasi informal yang terjalin antar karyawan mendukung terciptanya suasana kerja yang nyaman.
3.1.3. Diskripsi Pekerjaan
1. Administrasi Keuangan
Bagian adminitrasi keuangan untuk mengelolah yang mencakup semua aktivitas yang berhubungan erat dengan semua sistem keuangan untuk mencapai tujuan tiap perusahaan. Dalam tugasnya di GTT bertanggung jawab sebagai berikut:
a. Mengadminitrasikan semua barang invetaris toko.
b. Menginput data inventaris baik masuk maupun keluar.
c. Mengadministrasikan stock barang.
d. Membuat laporan stok barang dan kuangan secara periodik.
e. Menerima setoran kasir setiap hari.
f. Membuat rekapan setoran kasir setiap akhir bulan.
g. Memproses admintrasi pembayaran kepada suplier.
h. Membuat rekpan pembayaran ke suplier setiap hari dan minggu.
i. Menyiapkan uang pembayaran secara tunai maupun non tunai untuk pembayaran kepada suplier.
j. Menulir giro pembayaran non tunai suplier.
k. Melakukan pembayaran kepada suplier.
l. Meyiapkan dan melayani penukaran uang pecahan
m. Menyetor uang ke bank.
n. Mengontrol dan mengadakan barang perlengkapan toko atau kantor.
o. Mengatur jadwal pembyaran kepada suplier.
2. Administrasi Pembelian
Bagian Admintrasi Pembelian merupakan proses kegiatan terhadap adminitrasi suplier barang datang, retur, pengendalian stock barang baik di toko maupun di gudang. Dalam tugasnya di GTT bertanggung jawab sebagai berikut:
a. Mendata suplier baru maupun lama.
b. Mengontrol stock barang ditoko maupun digudang.
c. Membuat PO order barang.
d. Pengadaan barang-brang baru.
e. Mengantisipasi stock persedian barang secara cermat dan benar.
f. Meretur barang rusak dan kadaluarsa.
3. Gudang dan Receive (Penerimaan Barang)
Bagian Gudang dan Receive merupakan kegiatan terhadap proses gudang dan penerimaan barang dari suplier dan gudang tahu. Dalam tugasnya di GTT bertanggung jawab sebagai berikut:
a. Mengecek permintaan barang berdasarkan faktur atau nota dari suplier atau gudang tahu meliputi : nama btrang, quality, kadaluarsa barang.
b. Memproses adminitrasi penerimaan barang dari suplier atau gudang tahu.
c. Mengontrol kualitas, jumlah, kadaluarsa barang.
d. Melebel barang.
e. Mengirim barang dari gudanf ke toko atau bekerjasama degan pramuaniaga.
f. Menata dan mengatur barang stock gudang.
g. Menginformasikan stock barang habis digudang kepada admin pembelian.
h. Memberi informasi barang rusak ataukadaluarsa kepada admin pembelian.
i. Memberi informasi kepada suplier tentang barang kurang dalam bungkus atau kemasan dan membuat berita acara penukaraan.
j. Mengatur sirkulasi brang datang dari suplier
k. Memberi tanda pada faktur apabila ada barang yang belum ada barcodenya.
4. Kasir
Bagian Kasir dalam proses kegiatannya bertanggung jawab terhadap pelayanan dan traksaksi barang di toko. Dalam tugasnya di GTT bertanggung jawab sebagai berikut:
a. Melaksanakan petunjuk operasional kerja kasir dengan baik dan benar.
b. Menyiapakan perlengkapan keraja kasir.
c. Menghidupkan komputer kasir apabila akan memulai transaksi dan mematikan komputtter kasir sudah selesai taransaksi di kasir dan pergantian shift.
d. Menerima uang modal kasir dan mengecek kebenaran jumlahnya.
e. Membuat laporan hasil setoran kasir.
f. Menyiapkan uang pecahan untuk uang kembalian.
g. Menyetorkan hasil penjualan kasir setiap hari kepada admin kuangan.
h. Melayani customer atau konsumen atau pengunjung dengan ramah, jujur, teliti dan bertanggung jawab.
i. Menerima dan melaporkan komplain dari customer kepada pimpinan.
j. Mempromosikan barang kepada customer.
k. Menjaga kebersihan toko dan sekitarnya.
l. Menerima dan melaporkan saran dan pendapat serta saran dari customer untuk selanjutnya di teruskan kepada pimpinan.
5. Pramuniaga
Bagian Pramuniaga dalam pross kegiatannya meningkatkan hasil omset penjualan. Dalam tugasnya di GTT bertanggung jawab sebagai berikut:
a. Melayani customer dengan ramah, cepat dan bertanggung jawab.
b. Menata taua mendisplay barang dengan sistem FIFO.
c. Merapikan barang.
d. Membersihkan barang, rak, gondola, lantai, kaca, dan lingkungan sekitarnya.
e. Order barang.
f. Stock barang secara periodik dan kontinyi.
g. Meretur barang yang tidak layal jual dengan menyertakan nota retur.
h. Mengadminitrasikan penerimaan barang (PLU, NAMA BARANG, QUANTITY).
i. Mengecek, melebel, memberi, harga atau price card barang datang.
j. Mengontrol expired date atau tanggal kadaluarsa.
k. Mengontrol kualitas brang di gondala atau rak.
l. Mempromosikan barang kepada customer.
m. Membantu mengamankan barang dari pencuri.
n. Memberi informasi dan mengarahkan customer dalam memilih dan menentukan barang.
o. Melayani dan menanggapi dengan cepat komplain customer tentang kondisi barang.
p. Menindak lanjuti program-program toko atau promo.
q. Meningkatkan kualitas dan kelengkapan barang.
r. Menentukan dan mengontrol stock minimal dan maksimal di toko.
s. Melakukan survey harga barang ke otlet lain untuk menenentukan atau penyesuian policy harga.
t. Aktif memberi informasi tentang barang kosong atau yang belum ada dengan bahasa yang benar.
u. Aktif menambah dan mengisi barang di toko baik yang baru datang maupun stock yang ada digudang.
v. Memberi informasi barang yang tidak bergerak atau kurang laku selama 3 bulan secara priodik.
w. Memberi laporan barang yang rusak dalam karton atau kemasan.
x. Aktif memberi usulan tentang barang yang dipromosikan.
y. Menindaklanjuti proses perubahan harga barang di toko.
3.1.4. Bagian Personalia
Bagian personalia pada GTT berada dalam departemen administrasi. Bagian ini bertanggung jawab atas segala urusan yang berhubungan dengan karyawan, mulai dari seleksi karyawan baru, penempatan, penetapan deskripsi pekerjaan, pengembangan karyawan, pemeliharaan karyawan, sampai pada kesejahteraan untuk karyawan.Dengan dukungan 21 orang karyawan, GTT berusaha memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh karyawan, dengan memberikan gaji yang sesuai dan tunjangan-tunjangan kesejahteraan lainnya. Beberapa hal yang telah dilakukan GTT antara lain: gaji pokok, tunjangan jabatan, insentif, uang lembur, extra bonus. Untuk mengembangkan kemampuan professional karyawan, perusahaan juga memberikan beberapa kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti berbagai seminar, lokakarya, mengunjungi pameran yang diselenggarakan didalam maupun di luar negri, serta studi kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, pelatihan diberbagai bidang sesuai dengan pekerjaannya. Kegiatan itu dapat berlangsung di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. Bidang pelatihan yang pernah diikuti misalnya, bidang editorial, pemasaran, desain, grafika, dan sistem informasi manajemen. Sementara untuk pengembangan kehidupan rohani karyawan, Penerbitan Percetakan Kanisius juga mengadakan kegiatan-kegiatan penyegaran rohani misalnya rekoleksi bagi suami atau istri karyawan, retret karyawan, lokakarya. Adapun pengaturan jam kerja karyawan:
1. Jam Kerja Karyawan Operasional. Jam kerja dibagi menjadi beberapa shift yaitu:
a. Shif Pagi : Pukul 06.00-15.00 WIB.
b. Shift Siang : Pukul 12.00-21.00 WIB.
c. PS (pagi-sore) : Pukul 06.00-12.00 masuk lagi Pukul 16.00-21.00 WIB.
d. Gudang+Receive : Pukul 07.00-16.00 WIB.
e. Staff kantor : Pukul 07.00-16.00 WIB.
2. Jam Istirahat
a. Shift Pagi
Jam istirahat karyawan operasional dibagi menjadi 3 (tiga) tahap :
Tahap 1: Pukul 11.00-12.00 WIB : 1 (satu) orang gudang dan receive.
Tahap 2: Pukul 12.00-13.00 WIB : 2 (dua) orang pramuniaga dan kasir.
Tahap 3: Pukul 13.00-14.00 WIB : 2 (dua) orang pramuniaga dan kasih.
Jam istirahat kantor staff bagian dibagi menjadi 2 (dua) tahap :
Tahap 1: Pukul 12.00-13.00 WIB : Adminitrasi Keuangan.
Tahap 2: Pukul 13.00-14.00 WIB : Adminitrasi Pembelian.
b. Shift Siang
Jam istirahat karyawan operasional dibagi 2 (dua) tahap:
Tahap 1: Pukul 16.00-17.00 WIB : 2 (dua) orang pramuniaga dan kasir.
Tahap 2: Pukul 17.00-18.00 WIB : 2 (dua) orang pramuniaga dan kasir.
Catatan untuk jadwal khusus hari sabtu dan minggu atau hari libur jadwal istirahat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pembeli.
3. Libur Karyawan
a. Karyawan baik operasional maupun staff kantor diberi hak libur 2 hari selama satu bulan dan diatur dalam jadwal secara bergantian pada hari senin sampai kamis. Hari libur karyawan senin sampai kamis apabila bertepatan dengan tanggal merah maka libur karyawan yang bersangkutan akan diganti hari jumat. Khusus hari sabtu, minggu dan tanggal merah karyawan operasional tidak diperbolehkan mengambil hari libur dan apabila karyawan ada kepentingan yang tidak dapat ditinggalkan atau kaerna sakit diberi toleransi mengambil libur dengan seizin pimpinan dan lawan shift bersedia PS. Karyawan staff kantor diberi hari libur minggu secara bergatian kaeran ahri minggu staf kantor tidak ada aktifitas keuangan dan pembelian.
b. Apabila karyawan jumlah liburnya selama satu bulan lebih dari 2 hari maka kelebihan libur akan diperhitungkan dengan dipotong gaji pada bulan yang berjalan.
c. Jadwal jam kerja dan hari libur karyawan akan diatur dengan jadwal setiap awal bulan.
d. Pakaian Kerja
1.) Senin : Baju putih+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
2.) Selasa : Baju biru+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
3.) Rabu : Baju kuning+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
4.) Kamis : Baju merah+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
5.) Jumat : Baju pink+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
6.) Sabtu : Baju merah tumpeng+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
7.) Minggu : Baju biru kota tahu+ Celana hitam+ Sepatu hitam+ ID Card.
3.1.5. Bagan Alir Penggajian dan Pengupahan pada GTT Pusat Oleh-Oleh Kediri.
Gambar 3.1. Bagan alir pada gtt pusat oleh-oleh kediri.
Sumber: Observasi lapangan (Sari, 2020)
3.2. Kesimpulan
3.2.1. Kesimpulan pada penetilian ini dengan data lapangan yang digunakan dan metode kualititatif desriptif penulis dapat menyimpulan permasalahan yang dialami sebagai berikut ini:
1. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang digunakan di GTT pusat oleh-oleh kediri dalam sistem akuntansi belum dilakukan secara efektif dan relevan sebagai sarana komunikasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan bagi pihak yang berkepentingan. Dalam pengelohan datanya menggunakan lingkung pengelolahan data elektronik. Pengelolahan data elektronik membutuhkan grup pengawasan, konvensi data dan operator komputer sehingga semua dokumen yang masuk ke dalam dan luar dari pengolahan data elektronik harus melalui grup pengawasan untuk diverifikasi.
2. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan dalam mendukung pengendalian internal yang digunakan di GTT pusat oleh-oleh kediri sebagian besar fungsi sistem akuntansi sudah sesuai dengan tugas masing-masing. Dalam fungsinya menjelaskan bahwa sistem yang digunakan menggunakan lingkungan pengolahan data elektronik yang pada bagian keuangan dan adminitrasi dijelaskan dengan baik di job describtion yang sudah diketik dan ditempelkan pada papan yang bisa dilihat oleh semua karyawan begitupun sebaliknya dengan bagian yang lain seperti bagian kasir, pramuniaga, dan gudang atau receive. Dalam hubungan pengendalian internal dijelaskan bahwa manajemen selalu menjaga, mengecek ketelitian dan kendala data akuntansi untuk mendorong efisiensi yang mendorong dipatuhinya kebijakan managemen.
3. Pengendalian internal yang digunakan di GTT pusat oleh-oleh kediri belum sesuai dengan fungsi masing-masing dalam job description menjelaskan tentang tugas masing-masing dengan jelas dan sesuai dengan Standard Operation Produce (SOP). Sehingga struktur organisasi yang digunakan untuk mengecek ketelitian dan kendala data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen belum berjalan secara efisien. Ada beberapa bagian yang bisa data yang bisa dimanipulasi melalui komputer dikarenakan belum ada bagian pengawasan terhadap pengelolahan data elektronik.
4. Dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan di GTT pusat oleh-oleh kediri dilakukan dengan bagian keuangan yang menuliskan dalam catatan akuntansi yang digunakan dilakukan dengan bagian keuangan cek guna pembayaran gaji dan upah. Dan kemudian menguangkan ke bank dan memasukan uang ke amplop gaji dan upah dan tanda terima gaji. Dalam daftar rekapan gaji dan upah dilakukan dengan menentukan berasarkan gaji pokok, tunjangan gaji, insentif, uang lembur dan extra bonus yang dibentuk dalam rekapan form. Ada beberapa dokumen akuntansi yang digunakan sesuai dengan fungsingnya. Pencatatan bukti kas sudah dilakukan bagian keuangan yang menuliskan dan melaporkan setiap hari dan minggu.
IV. DAFTAR PUSAKA
Ardana, Mujiati dan Utama. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.Arens A. Alvin, Randal J. Elder Dan Mark S. Beasley. 2015. Auditing dan Jasa Assurance Pendekatan Terintegerasi. Jilid 1. Edisi Lima Belas-Jakarat. Erlangga.
Bodnar, Hopwood. 2017. Teknologi Informasi Sistem-Sistem Informasi. Jilid 1. Jakarta .Penerbit Salemba Empat.
Carls. S Warren, dkk.2014. Accounting Indonesia Adaptation. Jakarta. Salemba Empat.
Haryono Jusup. 2014. Auditing (Pengauditan Berbasis ISA). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Manajemen YKPN.
Hasibuan.2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. PT.Bumi Aksara. Jakarta.
Mardi.2014. Sistem Informasi Akuntansi. Catakan Kedua, Ghalia Indonesia. Bogor.
Mulyadi. 2013. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Cetakan Keempat. Salemba Empat. Jakarta.
Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi. Jakarta. Salemba Empat.
Mulyadi. 2017. Sistem Akuntansi. Edisi Empat. Jakarta. Salemba Empat.
Mulyadi.2010. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Cetakan Kelima. Salemba Empat. Jakarta.
Mulyadi.2014. Sistem Akuntansi. Cetakan Keempat. Salemba Empat. Jakarta
Rommey & Steinbart.2018. Sistem Informasi Akuntansi. AIPNI (Besar).
Sofyadi, Herman.2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Sugiyono.2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sujarweni, V. Wiratna. 2015. Akuntansi Biaya. Yogyakarta. Pustaka Baru Press.
Zaki Baridwan.2010. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode. Edisi 5. Yogyakarta: BPPE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar